Nabi Luth a.s. ialah salah seorang rasul dan nabi yang diturunkan oleh Allah s.w.t. untuk membimbing manusia ke jalan yang benar.
Nabi Luth adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim a.s. iaitu ayahnya yang bernama Haran bin Terah.
Nabi Luth diutuskan sebagai rasul kepada satu kaum yang mendiami
sepanjang timur laut (Dari Israel - Yordania), Laut Mati. Ibukota Sodom
terletak di Utara Basin [1], Laut Mati.
Hampir keseluruhan kaum ini mengamalkan gaya hidup songsang, iaitu
melakukan hubungan kelamin sesama sejenis iaitu lelaki dengan lelaki
yakni meninggalkan perempuan. Perbuatan ini merupakan sesuatu
penyelewengan fitrah yang amat buruk. Nabi Luth telah menyeru mereka
untuk menghentikan perbuatan tersebut disamping menyampaikan
seruan-seruan Allah, tetapi mereka mengabaikannya dan malah mereka
mengingkari kenabiannya. Akhirnya, kaum Nabi Luth dimusnahkan dengan
bencana yang sangat mengerikan dan dahsyat. Kejadian ini berlaku pada
kira-kira tahun 1800 sebelum Masihi
Di dalam Kitab Al-quran menceritakan kisah Nabi Luth yang menasihati kepada kaumnya sepertimana dalam Surah Asy-Syuara;
26:160 "Kaum Luth telah mendustakan para Rasul"
26:161 "Ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka,"Mengapa kamu tidak bertakwa?"
26:162 "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,"
26:163 "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada ku"
26:164 "Dan aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku hanyalah dari Tuhan seluruh alam"
26:165 "Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki (Homoseks) di antara manusia"
26:166 "dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan
untuk dijadikan sebagai isteri kamu? Kamu memang orang-orang yang
melampaui batas'
26:167 " Mereka menjawab, " Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir"
26:168 " Dia (Luth) berkata, " Aku sungguh benci kepada perbuatan mu"
Kaum Luth telah mengancam Nabi Luth dan membencinya kerana mengajak
kaumnya beriman. Ayat seterusnya dalam kitab Al-quran dikisahkan dalam
Surah Al-Araf:
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri .” (QS. Al A'raaf, 7: 80-82) !
Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah paras moralnya dan rosak akhlak.
Masyarakat Sadum tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan
yang beradab. Maksiat dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan
hidup mereka. Pencurian dan perampasan harta
milik merupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa
sedang yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan
sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseksual
{liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya.
Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dalam
masyarakat sehinggakan ia merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum.
Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari
diganggu oleh mereka. Jika ia membawa barang-barang yang berharga maka
dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak
menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika
pendatang itu seorang lelaki yang bermuka tampan dan berparas elok maka
ia akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban
perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang
perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula.
Kepada masyarakat
yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian paras
penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth sebagai pesuruh dan Rasul-Nya
untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan ,kejahilan dan kesesatan
serta membawa mereka alam yang bersih ,bermoral dan berakhlak mulia.
Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan.
Baginda memberi penerangan kepada mereka bahwa Allah telah mencipta
mereka dan alam sekitar mereka tidak meredhai amal perbuatan mereka yang
mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan
nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal
dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan
diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan
mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka
Jahanam.
Nabi Luth menyeru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan
iaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan
perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan manusia
menjadi dua jenis iaitu lelaki dan wanita. Mereka juga diseru
menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan
perampasan, perompakan serta pencurian yang selalu mrk lakukan di antara
sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sadum.
Diterangkan bahawa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka
sendiri, kerana perbuatan itu akan menimbulkan kekacauan dan ketidak
amanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa
aman dan tenteram dalam hidupnya.
Demikianlah Nabi Luth, melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tugas
risalahnya.Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam
tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara
berseorangan mengajak agak mereka beriman dan percaya kepada Allah dan
menyembah-Nya. Diajaknya Luth terhadap kaumnya untuk melakukan amal
soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi
keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah hidup lama di dalam
pergaulan sosial mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan syaitan
sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan
ajakkan Nabi Luth yang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan tidak
mendapat tempat di dalam hati dan fikiran mereka dan berlalu laksana
suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka
sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran
mereka sudah tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran syaitan dan iblis.
Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah
dan nasihat-nasihat Nabi Luth yang tidak putus-putus itu dan minta agar
ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari
sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak
ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan
dan keruntuhan moral mereka dan bahawa meneruskan dakwah kepada mereka
yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta mensia-siakan masa. Ubat
satu-satunya, menurut fikiran Nabi Luth untuk mencegah penyakit akhlak
itu yang sudah parah itu menular kepada tetangga-tetangga dekatnya,
ialah dengan membasmikan mereka dari atas bumi sebagai pembalasan ke
atas terhadap kekerasan kepala mereka juga untuk menjadi ibrah dan
pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada Allah agar
kepada kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia
sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak.
Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh
Allah s.w.t. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar
sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertemu dengan Nabi
Ibrahim yang membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq, dan
memberitahu kepada mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan tugas
menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan
pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum
Sadum ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendengarkan dan
mengikuti ajakan Luth serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan
mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar
anaksaudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan keatas
kaum Sadum permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin
bahwa Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab.
Para malaikat
itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki muda yang berparas
tampan dan badan yang berotot, tegap dan sasa tubuhnya. Dalam perjalanan
mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan seorang gadis
yang cantik dan ayu sedang mengambil air dari sebuah perigi. Lelaki muda
(malaikat) bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima ke
rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia
beruding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditinggalkanlah para
lelaki muda itu oleh lalu pulang ke rumah segera untuk memberitahu
ayahnya (Luth).
Mendengar khabar berita anak perempuannya, Nabi Luth menjadi bingung,
jawapan apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin
bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tetamu yang
berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan kepadanya dan
kepada tetamu dari kaumnya yang tergila-gila untuk melakukan hubungan
seks sejenis dengan anak muda yang mempunyai tubuh bagus dan paras wajah
elok. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah
harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa
bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan
haus maksiat itu.
Nabi Luth memutuskan untuk menerima lelaki-lelaki muda itu sebagai tetamu di rumahnya. Luth hanya pasrah kepada Allah
dan berlindung sekiranya terdapat segala rintangan yang akan datang.
Lalu pergilah ia sendiri menjemput tetamu yang sedang menanti di pinggir
kota dan diajaklah mereka bersama-sama ke rumah. Ketika itu, kota Sadum
sudah diliputi kegelapan dan manusia sudah nyenyak tidur di rumah
masing-masing.
Nabi Luth telah pun berpesan kepada isteri dan kedua puterinya agar
merahsiakan kedatangan anak-anak lelaki muda itu. Jangan sampai
terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Namun, kedegilan isteri Nabi Luth,
yang juga sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sadum, telah
membocorkan berita kedatangan tetamu Luth kepada mereka. Berita
kedatangan tetamu Luth tersebar kerana isteri Nabi Luth. Datanglah
beramai-ramai lelak-lelaki Sodom, yang buta seks ini, ke rumah Nabi
Luth, berhajat untuk memuaskan nafsu seksual mereka, setelah lama tidak
mendapat anak muda. Berteriaklah mereka memanggil Luth untuk lepas
anak-anak muda itu, agar diberi kepada mereka untuk memuaskan nafsu.
Dengar teriakan mereka, Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan
berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan
menggunggu tetamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan
dimuliakan .Mereka diberi nasihat agar meninggalkan perbuatan kebiasaan
mereka yang keji itu. Perbuatan mereka yang bertentangan dengan fitrah
manusia dan kudrat alam di mana Allah telah menciptakan manusia
berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan
perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi.
Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan
meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan seksaan Allah.
Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tidak dihiraukan dan dipedulikan
,mereka bahkan mendesak akan menolak pintu rumahnya dengan paksa dan
kekerasan jika pintu tidak di buka dengan sukarela. Merasa dirinya sudah
tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang lelaki kaumnya itu yang
akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara
terus terang kepada para tamunya:" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi
menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata
dan kekuatan fizikal yang dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula
mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat
aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai
tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tetamu
dirumahku sendiri.Mendengar keluh-resah Nabi Luth, lantas anak-anak muda
itu memberitahu hal yang sebenar, mereka adalah malaikat-malaikat yang
menyamar sebagai manusia yang diutus oleh Allah untuk menurunkan azab
dan seksa atas rakyatnya kerana segala kemungkaran dan kemaksiat yang
keji dan kotor.
Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan bagi orang -orang yang hauskan seks dengan lelaki itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan para penyerbu memijakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. Malaikat-malaikat tadi telah membutakan mata mereka. Lalu, diusap-usap dan digosok-gosok mata mereka, ternyata mereka sudah menjadi buta.
Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau
bilau berlanggar antara satu dengan lain berteriak-teriak menanya-nanya
gerangan apa yang menjadikan mereka buta dengan mendadak para malaikat
berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu
bersama keluarganya, kerana masanya telah tiba bagi azab Allah yang akan
ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya
agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke
belakang.
Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama
keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan cepat
menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan mahupun kekiri sesuai dengan
petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.Akan tetapi si isteri yang
menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak tergamak meninggalkan
kaumnya. Ia berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan
perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti
menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas
kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang
telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua
puterinya melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing,
bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sadum, tidak
terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq
itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat
disertai angin yang kencang dan hujan batu sijjil yang menghancurkan
dengan serta-merta kota Sadum berserta semua pemghuninya . Bertebaran
mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah S.W.T di kota Sodom, dan hancurlah
kota tersebut yang berada di laluan manusia yang lalu-lalang. Namun,
masih ditinggalkan kesan-kesan kehancuran kota tersebut oleh Allah
S.W.T, sebagai peringatan kaum yang kemudian yang melalui di jalan
tersebut. Demikianlah kebesaran dan ayat Allah yang diturunkan untuk
menjadi pengajaran dan ibrah bagi hamba-hamba-Nya yang mendatang.
Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya Surah Al-Anbiyaa ayat 74 dan 75 , Surah Asy-Syu'ara ayat 160 sehingga ayat 175 , Surah Hud ayat 77 sehingga ayat 83 , Surah Al-Qamar ayat 33 sehingga 39 dan surah At-Tahrim ayat 10 yang mengisahkan isteri Nabi Luth yang mengkhianati suaminya.
Nabi Luth dalam Al-Quran: Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya Surah Al-Anbiyaa ayat 74 dan 75 , Surah Asy-Syu'ara ayat 160 sehingga ayat 175 , Surah Hud ayat 77 sehingga ayat 83 , Surah Al-Qamar ayat 33 sehingga 39 dan surah At-Tahrim ayat 10 yang mengisahkan isteri Nabi Luth yang mengkhianati suaminya.
No comments:
Post a Comment